Selamat Datang di Website Resmi DPMPTSP Kota Palopo  |  DPMPTSP Palopo laksanakan Layanan Ekstra Prima  |  Produk Andalan Pelayanan Akhir Pekan Ditiadakan Selama Bulan Ramadhan  |  Undangan Pelatihan Services Excellence PTSP  |  Mekanisme Gerai PTSP dengan Aplikasi SIMAP  |  PEMBERITAHUAN UNTUK PEMEGANG SURAT IZIN API-U DAN API - P SEGERA MELAKUKAN PERUBAHAN API-U DAN API-  |  Pengunduran Jadwal Pelatihan SIMAP Online  |  Prosedur dan Mekanisme Layanan UPT Pelayanan Perizinan Terpadu  |  Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan PT Huadi Nickel Alloy Indonesia  |  Ramah Investasi, PAD Meningkat !

Ramah Investasi, PAD Meningkat !

PALOPO - Meningkatnya pelayanan, investasi, dan penerimaan asli daerah menjadi tujuan utama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP). Berbagai terobosan telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja kantor perizinan tersebut.

Kepala Dinas DPM-PTSP, Farid Kasim Judas mengatakan, yang dilakukan saat ini adalah bagaimana meningkatkan fungsi utama dari DPMPTSP Kota Palopo.

“Intinya bagaimana meningkatkan pelayanan, mengajak orang berinvestasi di Palopo serta PAD meningkat dengan inovasi-inovasi yang kami lakukan,” ucapnya.

Sampai saat ini, layanan yang diberikan DPMPTSP terus meningkat seiring dengan prestasi yang telah mereka raih. Beragam inovasi yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja seperti misalnya layanan jemput antar perizinan, layanan weekend, sistem informasi pelayanan publik dan ruang konsultasi bagi masyarakat.

“Memang setiap kantor layanan harus menjawab tantangan publik. Karena layanan menjadi ujung tombak dari pemerintah dalam membangun kepercayaan masyarakat,” ucapnya.

Untuk menjalankan program peningkatan layanan mereka, anggaran APBD DPMPTSP tahun 2018 ini diplot sebesar Rp8,4 miliar dengan belanja langsung sebesar Rp4.252.625.000.

“Kami telah serap sebesar 50 persen per juni lalu,” ucapnya.

Disamping itu, membiayai sebanyak 75 orang pegawai yang siap melayani masyarakat Palopo untuk pengurusan 22 jenis izin.

“Yang fokus kami lakukan saat ini adalah meningkatkan penerimaan PAD khususnya IMB,” tambahnya. Dimana mereka ditarget Rp2,7 miliar di tahun 2018 dimana target pada tahun lalu sebesar Rp2,5 miliar. Sementara yang baru ter

Komentar

Belum ada komentar

Tinggalkan Komentar