Selamat Datang di Website Resmi DPMPTSP Kota Palopo  |  DPMPTSP Palopo laksanakan Layanan Ekstra Prima  |  Produk Andalan Pelayanan Akhir Pekan Ditiadakan Selama Bulan Ramadhan  |  Undangan Pelatihan Services Excellence PTSP  |  Mekanisme Gerai PTSP dengan Aplikasi SIMAP  |  PEMBERITAHUAN UNTUK PEMEGANG SURAT IZIN API-U DAN API - P SEGERA MELAKUKAN PERUBAHAN API-U DAN API-  |  Pengunduran Jadwal Pelatihan SIMAP Online  |  Prosedur dan Mekanisme Layanan UPT Pelayanan Perizinan Terpadu  |  Pengumuman Permohonan Izin Lingkungan PT Huadi Nickel Alloy Indonesia  |  Ramah Investasi, PAD Meningkat !

POTENSI INVESTASI

GAMBARAN UMUM KOTA PALOPO

 

Kota Palopo Terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2002. Kota Palopo memiliki Luas wilayah 247,52 km atau setara dengan 20,39% dari luas Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dengan Batas wilayah Kota Palopo di sebelah Utara yaitu Kec. Waienrang, Kab. Luwu. Di sebelah Selatan yaitu Kec. Bua, Kab. Luwu. Di sebelah Barat yaitu Kec. Tondon Nanggala, Kab. Toraja Utara dan di sebelah Timur yaitu Teluk Bone.

Kota Palopo memiliki 9 Kecamatan dengan 48 Kelurahan. Dengan letak geografi terletak antara 2,30 LS, dan 120,20 BT-120,80 BT.  Palopo memiliki iklim tropis basah dengan suhu rata-rata 20'C-30'C. Curah hujan untuk daerah daratan rendah bervariasi 500 - 1.000 mm/thn, sedangkan daerah hulu berkisar antara 100-200 mm/thn. Kota Palopo berada pada ketinggian 0 - 500 mdpl, dengan kemiringan lereng berkisar 0-40%.

Penduduk Kota Palopo tahun 2017 mencapai 176.907 jiwa dengan pertumbuhan rata rata pertahun 2,41%. Dengan luas wilayah yang hanya 247,52 km2 maka kepadatan penduduk mencapai 715 Org/km2.

Sarana dan Prasarana yang telah tersedia :

  1. Kapasitas Daya listrik Luwu Raya 160 MW (Surplus 50 MW) dengan Ketersediaan Air bersih: 5 iPAM, 90%
  2. Jaringan Telekomunikasi: > 90% wilayah telah terjangkau.
  3. Terminal Angkutan Darat
  4. Stadion Olahraga
  5. Pelabuhan Tanjung Ringgit berfungsi sebagai pelabuhan bongkar muat bagi kapal niaga dan kontainer.
  6. Bandar Udara Lagaligo mampu didarati oleh pesawat bersayap lebar jenis ATR 72. Dengan jarak tempuh 10 menit dari Kota Palopo dan 45 menit ke Makassar.
  7. Tersedianya Kantor Pelayanan Pajak Pratama dan Kantor Imigrasi semakin memudahkan dalam menunjang aktifitas ekonomi masyarakat.
  8. Pelayanan Perizinan Satu Pintu didukung dengan Pelayanan Jemput Antar Perizinan dan Pelayanan Izin Akhir Pekan.

 

 

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG KOTA PALOPO

1.    Rencana Sistem Jaringan Jalan

  1. Pengembangan terminal type A di Kelurahan Songka Kecamatan Wara Selatan;
  2. Pengembangan terminal type B Telluwanua di Kelurahan Mancani Kecamatan Telluwanua.

 2.    Rencana Sistem Jaringan Jalur Kereta Api

        Rencana jaringan jalur kereta api melintasi wiiayah :

  1. Wilayah Kecamatan Telluwanua - Kecamatan Bara - Kecamatan Wara Utara - Kecamatan Wara Timur - Kecamatan Wara Selatan.
  2. Jalur ini membangun konektivitas antara kawasan peruntukan industri Maroangin - Terminal type A Songka - Bandara Lagaligo - Pare-Pare - Makassar, (jalur kereta antar kota utama Makassar - Pare-Pare - Palopo - Palu - Manado)
  3. Tersedia fasilitas Park and Ride yang berdekatan dengan Terminal type A Songka, sebagai tempat pergantian moda angkutan umum untuk selanjutnya menggunakan kereta api.
  4. Jalur ini sebagian berada di atas perairan laut, berhimpit dengan jalur jalan bebas hambatan.

 3.    Rencana Sistem Jaringan Energi/Listrik

Pembangkit tenaga listrik terdiri atas :

Sumber energy listrik utama yang masuk dalam sistem interkoneksi Sulawesi yang melayani wilayah Kota Palopo yang terbesar adalah berasal dari PLTA Poso (PT. Poso Enenrgy) berkapasitas 2 x 65 MW melalui jaringan SUTET 275 KV, kemudian didistribusikan melalui Gardu Induk Latuppa masuk ke jaringan tegangan menengah yang dikelola oleh PT. PLN hingga ke konsumen.

 4.    Rencana Sistem Jaringan Telekomunikasi

        Jaringan nirkabel meliputi :

  • Penyebaran jaringan internet hotspot pada pusat - pusat kegiatan dan kawasan strategis;
  • Pengembangan Microcell Pole di beberapa spot kawasan guna menambah kapasitas jaringan 4G LTE, dengan cakupan per Unit radius ± 2 km.

 5.    Rencana Sistem Jaringan Sumber Daya Air

        Daerah Aiiran Sungai (DAS) meliputi :

  1.  DAS Purangi dengan luas cakupan area 1.037 hektar;
  2. DAS Bua dengan luas cakupan area 1.168, 04 hektar;
  3. DAS Songkamati dengan luas cakupan area 136,20 hektar;
  4. DAS Pacangkuda dengan luas cakupan area 6.412,80 hektar;
  5. DAS Boting dengan luas cakupan area 3.087,25 hektar;
  6. DAS Salubattang dengan luas cakupan area 13.760,59 hektar.

 6.    Rencana pengembangan Instalasi Pengolahan Air Minum

  1. Penambahan kapasitas masing - masing 50 liter/detik untuk IPAM Batupapan, IPAM Abd. Madjid dan IPAM Battang;
  2. Pengembangan pipa transmisi Batupapan sepanjang 34,3 km di Kelurahan Padang Lambe dan Kelurahan Battang;
  3. Pengembangan pipa transmisi Latuppa sepanjang 3 km di Kelurahan Murante dan Kelurahan Latuppa;
  4. Pengembangan pipa distribusi sepanjang 14 km di Kelurahan Benteng, Kelurahan Songka, Kelurahan Takkalala, Kelurahan Sampoddo, Kelurahan Padang Lambe, Kelurahan Jaya dan Kelurahan Maroangin;
  5. Pengembangan pipa tersier sepanjang 17,5 km di Kelurahan Batu Walenrang, Kelurahan Mancani, Kelurahan Jaya, Kelurahan Maroangin dan Kelurahan Padang Lambe;
  6. Pembangunan DAM  jaringan air baku air minum Latuppa di Kelurahan Latuppa.